FEBI UIN Imam Bonjol Padang Luncurkan Program Kampus Berdampak : Mahasiswa Dampingi IKM Binaan Disnakerin Secara Profesional dan Terukur

oleh -53 Dilihat
oleh

FEBI UIN Imam Bonjol Padang Luncurkan Program

Padang|taranews.id – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Imam Bonjol Padang bersama Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang serta DPW ABDSI Provinsi Sumatera Barat secara resmi melaksanakan Kick Off Program Kampus Berdampak: Pendampingan IKM Binaan Disnakerin Kota Padang, Kamis (26/2), bertempat di Gedung Sentra Rendang dan Rumah Kemasan Kota Padang.

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi strategis antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan asosiasi profesi dalam memperkuat kapasitas Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Padang melalui sistem pendampingan yang terstruktur dan berbasis indikator kinerja.

Dekan FEBI UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Testru Hendra, M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa Program Kampus Berdampak merupakan implementasi nyata tridharma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat yang berbasis keilmuan dan praktik lapangan. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi hadir langsung memberikan kontribusi nyata bagi pelaku usaha.

Kick Off program secara resmi dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang, Drs. Ferri Erviyan Rinaldy, MM. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa penguatan IKM membutuhkan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, serta pendampingan yang sistematis agar pelaku usaha mampu meningkatkan daya saing dan kemandirian usaha.

Ketua DPW ABDSI Provinsi Sumatera Barat, Dr. Sepris Yonaldi, SE., MM, yang turut memberikan sambutan, menegaskan bahwa program ini dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan magang mahasiswa, tetapi sebagai model pendampingan profesional yang memiliki standar kerja, alur teknis, sistem administrasi, serta pengukuran kinerja yang jelas.

Beliau menjelaskan bahwa program ini mengacu pada Pedoman Pendampingan IKM Program Kampus Berdampak FEBI UIN IB Padang, yang memuat tahapan asesmen awal, penyusunan rencana kerja pendampingan, pelaksanaan teknis lapangan, monitoring, evaluasi, hingga sistem Key Performance Indicator (KPI) bagi mahasiswa maupun IKM dampingan. Dengan sistem tersebut, pendampingan diharapkan mampu mendorong peningkatan level usaha secara nyata dan terukur.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FEBI UIN Imam Bonjol Padang, Dr. Alfi Syukri Rama, SE., MM, menyampaikan bahwa program ini menjadi wadah strategis dalam membentuk karakter mahasiswa yang profesional, berintegritas, serta memiliki kepekaan sosial dan kemampuan problem solving.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori manajemen dan keuangan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara adaptif sesuai kondisi riil pelaku usaha. Selain itu, kegiatan ini dilaksanakan selama satu semester akademik dan dapat dikonversi menjadi mata kuliah bagi mahasiswa yang terlibat. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi terintegrasi langsung dengan praktik pendampingan di lapangan.

Mendukung Progul Pemko Padang: UMKM Naik Kelas dan IKM Champion
Program Kampus Berdampak juga sejalan dengan program unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang dalam mendorong UMKM naik kelas. Melalui sistem pendampingan yang terukur dan berkelanjutan, program ini diharapkan mampu mempercepat transformasi IKM menjadi lebih tertib administrasi, kuat secara manajerial, serta adaptif terhadap pemasaran digital.

Tidak hanya itu, program ini juga diarahkan untuk mendorong lahirnya IKM Champion, baik di tingkat daerah maupun nasional. Dengan peningkatan kualitas pengelolaan usaha, legalitas, branding, dan kepatuhan perpajakan, IKM dampingan diharapkan memiliki daya saing yang lebih tinggi dan mampu menjadi role model bagi pelaku usaha lainnya.

Model Pendampingan Berbasis Asesmen dan Kinerja
Dalam skema program, satu mahasiswa akan mendampingi dua IKM binaan Disnakerin Kota Padang. Pendampingan difokuskan pada:
* Penataan manajemen dan pencatatan keuangan sederhana
* Penguatan pemasaran digital dan branding produk
* Penertiban administrasi dan legalitas usaha
* Peningkatan pemahaman kewajiban perpajakan

Setiap mahasiswa wajib melaksanakan pendampingan minimal delapan jam per minggu per IKM, dilengkapi dengan logbook, laporan mingguan, laporan bulanan, serta laporan akhir sebagai bentuk pertanggungjawaban program.

Pendekatan yang digunakan adalah pendampingan partisipatif, berbasis kebutuhan nyata IKM, dan berorientasi pada peningkatan level usaha secara bertahap.
Kegiatan Kick Off ditutup dengan penjelasan teknis pendampingan oleh DPW ABDSI Sumbar serta roadshow ke Rumah Kemasan dan Sentra Rendang Kota Padang sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri lokal.

Program Kampus Berdampak ini akan berlangsung selama satu semester dan diharapkan menjadi model kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan asosiasi profesi dalam penguatan IKM yang berkelanjutan serta dapat direplikasi di wilayah lain(**)