Padang |taranews.id- Yayasan Galapagos Lestari Indonesia melaksanakan Fokus Group Discusion (FGD) Festival Tanam Hulu, Menyemai Selamatkan Padang disebuah Hotel di Padang (05/10/2026).
Banjir Hidromerologi berupa banjir bandang dan tanah longsor pada November 2025 telah menyebabkan degradasi yang serius pada kawasan hulu DAS Batang Kuranji. Merespon itu maka Yayasan Galapagos Lestari Indonesia menginisiasi Festival Tanam Hulu, Menyemai Lereng Selamatkan Padang.
Aldes Firiandi peneliti Galapagos Lestari Indonesia ketika pembuka FGD menyampaikan bahwa kegiatan Festival Tanam Hulu dibagi tiga (3) klaster diantara pertama konsolidasi, edukasi dan klaster kompetisi.
Ia menyampaikan kegiatan FGD ini menghasilkan pedoman pelaksanaan kegiatan Edukasi dan Kompetisi.
Aldes menyampaikan Tujuan dari FGD ini dilaksankan agar mendapatkan peta kawasan tanam hulu yang disepakati, teknis restorasi yang direkomendasikan, peserta dan aturan kompetisi tanam hulu dan penilaian kompetisi tanam hulu dan pembekalan peminat.
Kegiatan FGD ini yang menjadi peserta terdiri dari unsur pemerintah, BUMN, Akademisi, Forum Daerah Aliran Sungai, tokoh masyarakat, Walhi Sumbat, WRI Indonesia, KKI Warsi, Perkumpulan KPA Bias dan kelompok tani kawasan DAS Batang Kuranji, tutupnya (**)





