Mahasiswa Agroteknologi dan Pascasarjana Universitas Tamansiswa Padang, Riset Lapangan Pengembangan Padi Toleran Fe di Agam

oleh -415 Dilihat
oleh

AGAM |taranews.id— Mahasiswa Fakultas Pertanian Program Studi Agroteknologi bersama mahasiswa Program Magister (S2) melaksanakan kegiatan praktikum lapangan, penelitian mahasiswa, serta riset lanjutan strategis nasional dosen di kawasan persawahan Kenagarian Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

Kegiatan ini mengangkat tema pengembangan budidaya padi berbasis mikoriza dan biochar untuk meningkatkan produktivitas padi pada lahan sawah berkadar besi (Fe) tinggi dengan penggunaan pupuk yang lebih efisien. Penelitian tersebut juga menjadi bagian dari penguatan pembelajaran lapangan mahasiswa agar tidak hanya memperoleh teori di ruang kuliah, tetapi juga pengalaman langsung bersama masyarakat di kawasan pertanian.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mempelajari aplikasi cendawan mikoriza arbuskula (CMA) pada tanaman padi. Teknologi ini diharapkan mampu membantu tanaman tetap tumbuh optimal meskipun dalam kondisi ketersediaan unsur hara rendah dan menghadapi cekaman kandungan Fe tinggi pada tanah sawah. Selain itu, penelitian juga menekankan pemanfaatan efek sisa biochar arang sekam sebagai bahan pembenah tanah untuk meningkatkan kesuburan tanah sawah secara berkelanjutan.

Suasana praktik lapangan memberikan pengalaman berbeda bagi para mahasiswa. Selama ini sebagian besar aktivitas akademik dilakukan di lingkungan kampus, namun kali ini mereka langsung belajar di alam terbuka dengan hamparan sawah yang indah dan udara pedesaan yang sejuk di kawasan Kenagarian Tigo Koto Silungkang. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkuat keterampilan mahasiswa dalam bidang budidaya tanaman dan pengelolaan lahan pertanian.

Perjalanan menuju lokasi penelitian tidaklah mudah. Rombongan harus menempuh perjalanan cukup jauh dari kampus dengan berbagai tantangan di lapangan. Kondisi jalan yang sebagian mengalami longsor dan terban akibat hujan berkepanjangan, ditambah kendala teknis kendaraan di perjalanan, menjadi bagian dari dinamika kegiatan lapangan yang harus dihadapi bersama. Namun semangat mahasiswa dan dosen tetap tinggi untuk melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Riset yang dilakukan menerapkan pola budidaya System of Rice Intensification (SRI) yang dipadukan dengan konsep “padi pokok murah”. Dalam model ini, tanaman padi nantinya akan dipangkas pada umur sekitar 50 hari setelah tanam untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Pendekatan tersebut bertujuan mengintegrasikan sistem pertanian tanaman pangan dan peternakan sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan manusia sekaligus menyediakan pakan ternak secara berkelanjutan.

Selain menghasilkan gabah, sistem budidaya ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan padi salibu dan ratoon sebagai bagian dari inovasi pertanian berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi mikoriza dan biochar, lahan sawah yang memiliki kadar Fe tinggi diharapkan tetap produktif tanpa bergantung pada penggunaan pupuk kimia dalam jumlah besar.

Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan perguruan tinggi dengan masyarakat tani melalui praktik langsung di lapangan. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai teknologi budidaya, tetapi juga memahami kondisi riil pertanian, tantangan petani, serta pentingnya inovasi pertanian ramah lingkungan untuk masa depan ketahanan pangan daerah.

Penulis: Dr. Ir. Jamilah, MP (Kaprodi Magister Agroteknoknogi Unitas Padang)