DPD HKTI Sumatera Barat Gelar Rapat Perdana, Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Nasional

oleh -25 Dilihat
oleh

PADANG|TARANEWS.ID— Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Sumatera Barat menggelar Rapat Perdana Pengurus yang berlangsung hangat dan penuh keakraban pada sebuah Rumah Makan Di Padang, Sabtu (31/10/2026). Pertemuan ini menjadi momentum awal penguatan internal organisasi sekaligus ajang silaturahmi dan perkenalan antar-jajaran pengurus baru.

​Rapat perdana tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPD HKTI Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, S.IP, dengan didampingi oleh Ketua Harian Ir. Zola Pandu, Sekretaris Hidayat, SS.,M.Hum, serta Bendahara Ulya, SE.,AKT.,M.AK

​Dalam arahannya, Ketua DPD HKTI Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, menegaskan kembali cita-cita dasar serta arah perjuangan organisasi. Menurutnya, HKTI memiliki tanggung jawab moral dan strategis untuk terus mendorong kemajuan sektor pertanian daerah.

​”HKTI bertujuan utama meningkatkan pendapatan, kesejahteraan, serta harkat dan martabat petani, penduduk pedesaan, hingga seluruh pelaku agribisnis di Sumatera Barat. Untuk mencapai hal tersebut, saya mengharapkan kerja sama solid dan kontribusi aktif seluruh pengurus dalam menyukseskan program-program kunci, seperti ketahanan pangan, intensifikasi pertanian, dan hilirisasi produk pertanian,” ujar Evi Yandri.

​Lebih lanjut, Evi Yandri yang Juga Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, menyampaikan bahwa HKTI siap memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah daerah maupun pusat. Pihaknya bertekad fokus pada upaya modernisasi sektor pertanian yang relevan dengan perkembangan teknologi masa kini.

​”Sebagai mitra strategis pemerintah, fokus utama kita adalah modernisasi pertanian, peningkatan kesejahteraan hidup para petani di lapangan, serta memberikan dukungan penuh terhadap tercapainya swasembada pangan nasional,” tegasnya.

​Melalui konsolidasi awal ini, pengurus DPD HKTI Sumatera Barat berkomitmen menyusun program kerja nyata yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh para petani dan masyarakat pedesaan di seluruh wilayah Sumatera Barat. (**)